Property

6 Tips Yang Harus Diperhatikan Sebelum Menyewakan Rumah

Setiap bisnis pasti memiliki resiko untung dan rugi. Begitu juga ketika kita menyewakan properti atau rumah yang kita miliki. Sebagai seseorang yang akan menyewakan rumahnya tentu kita harus jeli dan mempersiapkan semuanya dengan baik agar tidak berujung kerugian di kemudian hari.

Jika anda ingin menyewakan rumah atau properti kosong yang anda miliki sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini:

Menyaring calon penyewa
Karena tingginya tingkat kejahatan alangkah baiknya jika anda lebih berhati hati jika ingin menyewakan rumah anda kepada orang yang baru anda kenal. Mintalah identitas lengkap kepada calon penyewa serta latar belakang sang penyewa jika memungkinkan, hal ini sangat penting agar rumah yang kita sewakan tidak menjadi tempat kejadian kriminal. Selain itu, anda juga perlu membuat kriteria siapa saja yang diperbolehkan untuk menempati rumah. AApakah keluarga, apakah calon penyewa single, apakah hanya penghuni laki laki atau perempuan saja dan sebagainya. Ketika kita telah memiliki data dan kriteria, Kita bisa memutuskan tipe penyewa rumah yang kita perbolehkan.

Perhatikan klausul perjanjian
Perjanjian sewa menyewa dapat mengikat antara kedua belah pihak untuk selalu melaksanakan hak dan kewajiban masing masing. Jika salah satu pihak melanggar isi perjanjian maka dapat dikenakan sanksi sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Untuk perjanjian sewa menyewa, dapat menjadikan Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 1994 tentang Penghunian Rumah Oleh Bukan Pemilik sebagai rujukan. Peraturan Pemerintah tersebut mengatur perjanjian, hak dan kewajiban penyewa dan pemilik bangunan, serta penghunian rumah bukan sewa. Berdasarkan aturan tersebut ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam perjanjian sewa rumah, yaitu klausul jangka waktu sewa, hak dan kewajiban, serta besaran harga sewa. Selain itu, Anda dapat menambahkan beberapa aturan khusus di luar tiga hal tersebut, seperti pembayaran listrik, air, perawatan perabot, dan lain-lain.

Perhatikan Pajak
Bagi pihak yang menyewakan rumah maka wajib memperhatikan tentang pajak penghasilan. Besarnya pajak yang wajib dibayarkan adalah sebesar 10 persen dari hasil sewa atau penghasilan bruto dari penyewaan properti. Peraturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 120/KMK.03/2002 tentang Perubahan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 394/KMK.04/1996 tentang Pelaksanaan Pembayaran dan Pemotongan Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Persewaan Tanah dan atau Bangunan. Selain pajak penghasilan, yang wajib dibayarkan adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Pastikan Kondisi Rumah Dalam Keadaan Baik
Usahakan memperbaiki bagian rumah yang rusak atau bermasalah seperti genteng bocor, saluran air yang mampet lampu mati dan lain sebagainya agar pihak penyewa tidak kecewa di kemudian hari. Jangan lupa untuk membersihkan seluruh bagian rumah yang terlihat kotor khususnya untuk rumah yang sudah lama tidak ditempati. Pelayanan yang baik, tentu akan membuat calon penghuni rumah atau penyewa akan merasa dihargai.

Catat Perabot yang ada
Jika anda menyewakan rumah lengkap dengan perabot yang ada di dalamnya, sebaiknya catat perabot apa saja yang ada dan bagaimana kondisinya. Untuk mengurangi kerugian dikemudian hari, anda juga bisa memasukkannya dalam klausul perjanjian. Tapi apabila ada perabot yang anda anggap berharga, sebaiknya pindahkan dulu ke tempat lain yang lebih aman.

Menentukan harga sewa
Cari tau nilai rumah atau bangunan yang akan anda sewakan, bandingkan dengan harga sewa rumah lain yang sebanding, agar nilai sewa tidak terlalu murah juga tidak terlalu mahal. Apabila anda menawarkan rumah yang akan anda sewakan melalui online, sebaiknya tulis secara detail kondisi rumah anda dan jangan lupa tuliskan kelebihan rumah anda dibandingkan dengan rumah lain.

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close